Dalam buku “7
Habits of Highly Efective People”, Steven R. Covey menyebutkan bahwa salah satu
kebiasaan orang yang efektif adalah “Memulai dari Akhir”. Kebiasaan ini juga
kita terapkan untuk perencaaan keuangan kita.
Sejak tahap pertama kali
merencanakan keuangan, kita harus menentukan apa sih tujuan terakhir yang kita
inginkan dari uang kita.
Apa saja sih
tujuan keuangan? Berikut adalah tujuan-tujuan keuangan jangka panjang:
1. Dana untuk membiayai pensiun dengan gaya hidup yang diinginkan.2. Dana untuk membiayai pendidikan anak.
3. Perlindungan keluarga dari resiko finansial.
4. Warisan untuk anak.
5. Penghematan pajak.
Selain itu, juga
ada tujuan-tujuan keuangan untuk jangka pendek, seperti:
1. Membeli asset seperti rumah, mobil, elektronik, dan lain-lain.
2. Rencana liburan akhir tahun.
1. Membeli asset seperti rumah, mobil, elektronik, dan lain-lain.
2. Rencana liburan akhir tahun.
Ingat, kita harus SMART dalam
menentukan tujuan keuangan kita. Spesifik, Measurable, Achievable, Realistik dan Time-Frame.
1. Spesifik artinya
kita harus dapat membayangkan tujuan kita secara detail. Misalkan untuk dana
pendidikan anak, kita harus sudah dapat memperkirakan ke universitas mana anak
kita akan mengambil gelar sarjana. Untuk dana pensiun kita harus sudah dapat
membayangkan bagaimana kehidupan yang kita inginkan pada saat kita tua nanti.
2. Measurable artinya
dapat diukur, dalam hal ini alat ukurnya adalah mata uang. Misalkan saja kita
ingin membuat rencana untuk liburan akhir tahun, kita harus memperkirakan
berapa banyak uang yang akan dibutuhkan untuk liburan kita nanti.
3. Achievable berarti dapat kita capai.
Agar tidak menjadi pungguk yang merindukan bulan, sebaiknya tujuan keuangan
disesuaikan dengan kemampuan keuangan kita.
4. Realitik berarti tujuan kita masuk akal,
bukan merupakan khayalan yang tidak dapat diwujudkan dalam dunia nyata.
5. Time Frame berarti kita harus memiliki
jangka waktu yang jelas untuk mencapainya. Misalkan saja untuk dana pendidikan anak, kita harus tahu jelas kapan sang
anak akan masuk ke universitas. Untuk rencana pensiun kita harus tahu pada umur
berapa kita akan pensiun.
Tuliskanlah
tujuan-tujuan keuangan yang Anda inginkan pada kertas, dan kemudian baca
kembali tulisan Anda. Beri nomor urut pada tujuan-tujuan tersebut berdasarkan
hal mana yang paling penting untuk Anda. Misalkan Anda menganggap anak Anda
paling berharga untuk Anda, mungkin saja Anda memberikan nomor satu untuk dana
pendidikan anak, kemudian nomor dua untuk perlindungan keluarga dari resiko
finansial.
Mengapa perlu
memberi nomor urut pada tujuan finansial? Karena keterbatasan pendapatan, ada
kemungkinan kita TIDAK BISA mewujudkan seluruh tujuan finansial kita. Jadi kita
hanya bisa memilih tujuan mana yang paling penting untuk kita. Untuk itulah
gunanya nomor urut. Nantinya dalam membuat rencana, kita akan memulai dari
tujuan yang paling penting. Tujuan dengan nomor urut satu. Setelah rencana
untuk tujuan pertama ini bisa tercapai, dan masih ada uang tersisa, baru kita
membuat rencana untuk tujuan kedua. Dan begitu seterusnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar